Branding

Branding

 

Apa perbedaan antara Brand dan Branding ?

Brand atau merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan diantaranya untuk dipakai sebagai identitas untuk perorangan / organisasi / perusahaan pengadaan barang atau jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk atau jasa yang dimiliki oleh perorangan / organisasi / perusahaan lainnya.

Sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perorangan / organinsasi / perusahaan pemilik brand dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand.

Seberapa penting branding untuk sebuah perusahaan?

Branding untuk perusahaan sangat penting, tanpa dilakukannya kegiatan komunikasi kepada konsumen yang disusun dan direncanakan dengan baik, maka sebuah merek tidak akan dikenal atau diketahui dan tidak memiliki arti apapun bagi konsumen atau target konsumennya.

Apa tujuan dari branding?

Ada beberapa tujuan dari branding, yaitu :

  1. Membangun atau menginformasikan tentang keberadaan produk yang dimiliki.
  2. Memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
  3. Lebih mudah mendapatkan loyalitas dari pelanggan.
  4. Membuka peluang Anda untuk menetapkan harga jual yang lebih tinggi.
  5. Peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan diferensial produk.

Apa saja unsur-unsur  yang dapat mempengaruhi kuatnya sebuah merek?

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi kuatnya sebuah merek adalah :

  1. Positive Brand Evaluation

Positive brand evaluation berbicara tentang kekuatan atau kelebihan dari produk yang anda miliki.

  1. Accessible Brand Attitude

Accessible brand attitude berbicara tentang seberapa cepat anda mengingat sebuah brand.

  1. Consistent Brand Image

Consistent brand image adalah mengenai konsistensi sebuah brand melakukan ‘pengingatan‘ kepada konsumen.

Apa saja yang harus dilakukan untuk sebuah branding?

Yang harus dilakukan untuk sebuah branding adalah

  1. Brand Awareness. Pengenalan kepada konsumen sehingga konsumen ingat.
  2. Brand Activation. Aktivitas brand tersebut langsung kekonsumen.
  3. Strong Brand. Konsumen sudah mengerti dan menggunakan brand kita.

Ada berapa pendekatan untuk sebuah branding?

Pendekatan untuk sebuah branding :

  1. Logo sebagai identitas.
  2. Company profile dan website yang professional.
  3. Data pelanggan atau target market.
  4. Gunakan media sosial yang popular.
  5. Multi  penetrasi marketing.
  6. Komunikasikan brand secara lebih bersahabat.

Untuk sebuah usaha yang masih kecil dan baru/ branding seperti apa yang tepat?

  1. Tentukan point of differentiation (pod).
  2. Brand identity yang relevan dan menarik.
  3. Low budget – high impact.
  4. Fokus kepada komunitas.
  5. Konsisten dalam strategi dan melakukan

Apa tips-tips untuk membangun branding yang kuat?

  1. Be Noticed

Buat slogan atau kesan sehingga orang mengingat brand anda.

  1. Be Connected

Anda selalu terhubung dan bisa dihubungi.

  1. Be Clear

Menyampaikan komunikasi produk dengan jelas.

  1. Be Sure of Yourself

Jadi diri sendiri bukan orang lain.

  1. Be Consistent

Berikan pelayanan dan produk yang terbaik.

  1. Be Different

Berikan kejutan yang berbeda.

Networking Skill

Networking Skill

Networking dalam Bisnis itu apa  ?

Networking dalam bisnis adalah kemampuan untuk memperluas koneksi, relasi dan sinergi sambil mempertahankan nilai-nilai kepentingan bersama dan komitmen untuk kesuksesan bersama

 

Bagaimana cara membangun networking dalam sebuah bisnis  ?

Ada tiga cara untuk membangun networking dalam sebuah bisnis, yaitu :

  1. Memberikan performance yang baik dengan belajar membuka diri dan mengenali diri Anda.
  2. Bersifat proaktif dengan menetapkan target yang akan Anda kerjakan. Contohnya :
    1. Berapa banyak workshop/seminar yang akan Anda ikuti dan targetnya dalam 1 kali workshop/seminar berapa orang yang Anda harus kenal.
    2. Berapa banyak kartu nama yang saya tukar dari sebuah acara workshop bisnis.
  3. Konsisten terhadap yang Anda lakukan untuk membangun jaringan dan menindak lanjuti dengan setia.

 

Apa saja yang harus diperhatikan dari menjalin sebuah networking ?          

Yang harus diperhatikan dari menjalin sebuah networking adalah :

  1. Toleransi terhadap kesalahan.
  2. Menjaga performa dari jaringan yang kita bangun. Salah satu cara untuk melihat seberapa penting orang lain itu bagi Anda adalah dengan topik yang Anda bicarakan. Dengan orang-orang yang Anda anggap penting, Anda bicarakan hal-hal yang tidak penting. Sedangkan dengan orang-orang yang Anda anggap tidak penting, Anda bicarakan hal-hal yang penting
  3. Kualitas Service yang kita berikan. Ada tiga tingkatan dalam memberikan perhatian, yakni atensi, simpati dan yang terakhir adalah empati.
  4. Keamanan / Kepercayaan. Faktor keamanan atau kepercayaan dari orang lain merupakan hal yang paling penting dan harus dijaga. Anda harus memiliki integritas di dalamnya.

 

Kita bedah perangkat networking : Berbagi Pengetahuan, apa yang harus dilakukan ?

Yang harus kita lakukan adalah memiliki 3C dalam diri kita. Yang dimaksud dengan 3C adalah Karisma, Kompetensi dan yang terakhir Karakter.

  • Karisma : Performance / personality, communication skill
  • Kompetensi : Kreatifitas, pola pikir kita, Problem solver
  • Karakter : Responsibility, Adaptasi, Persistensi, aktif, positif thinking

 

Bagaimana dengan Menangkap Peluang ?

Menangkap peluang dapat dilakukan di dalam komunitas baik itu komunitas formal ataupun komunitas informal, virtual komunitas (sosial media), komunitas yang memiliki hobby yang sama, forum diskusi, yayasan sosial, komunitas spiritual, komunitas bisnis, komunitas seni dan komunitas yang lainnya.

 

Seberapa efektif menggunakan koneksi dalam sebuah bisnis ?

Menggunakan koneksi dalam sebuah bisnis sangat efektif, dikarenakan hampir seluruh orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi dan berpengaruh memiliki kekuatan networking yang cukup kuat dan sangatlah luas. Networking atau koneksi dalam sebuah bisnis sudah menjadi hal yang sangat wajib karena enterprenuer-enterprenuer muda membutuhkan banyak ilmu, contoh dan inspirasi dari berbagai kalangan maupun dari sesama enterprenuer itu sendiri. Sebuah bisnis yang dibangun membutuhkan networking yang tepat dan efektif.

 

Bagaimana cara membangun kepercayaan diri terhadap orang yang belum dikenal ?

Sebelum mengetahui cara membangun kepercayaan diri terhadap orang yang belum dikenal, Anda harus mengetahui penyebab dari kurang percaya diri. Ada 6 hal yang menyebabkan kurang percaya diri, yaitu : ketidaktahuan, tidak punya pengalaman, trauma masa lalu, bingung, minder, dan rasa bersalah. Setelah Anda dapat menghilangkan penyebab dari kurang percaya diri, Anda dapat membangun kepercayaan diri Anda melalui beberapa hal berikut ini.

  • Introspeksi diri
  • Visualisasi diri
  • Pernyataan diri
  • Komitmen diri
  • Pengujian diri

           

Menurut Robert Kiyosaki Networking itu adalah terobosan di abad  ke 21 / seperti apa perusahaan besar menggunakan metode ini ?

Ada 3 buah buku terlaris yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki. Yang pertama berjudul “Rich Dad Poor Dad”, yang kedua berjudul “Rich Dad’s CASHFLOW Quadrant”, dan yang ketiga berjudul “Rich Dad’s Guide to Investing”. Robert T. Kiyosaki percaya bahwa dengan memahami bagaimana cara uang bekerja adalah salah satu keterampilan yang paling penting yang harus dipelajari. Salah satu konsep dasar di balik ajaran Robert T. Kiyosaki adalah harus belajar bagaimana membuat uang bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya.

Menurut Robert T. Kiyosaki ada 4 kuadran dalam pekerjaan.

  1. Employee

Kuadran pertama adalah employee atau pekerja kantoran. Pekerja kantoran adalah orang yang di upah oleh suatu perusahaan. Pada kuadran ini umumnya  penghasilan sama dengan pengeluaran, di mana employee jarang melakukan saving.

  1. Self employee

Kuadran yang kedua adalah self employee. Dimana pekerjaan yang merupakan profesional atau keahlian yang biasanya dipelajari melalui jenjang pendidikan dan bisa juga yang timbul karena bakat. Contoh: dokter,  penulis, penyanyi, musisi, artis dan lain sebagainya yang memerlukan skill atau keahlian khusus dan membutuhkan waktu yang panjang untuk belajar.

  1. Business Owner

Kuadran ketiga adalah Business Owner atau pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan adalah orang yang menciptakan lapagan pekerjaan untuk dirinya dan orang lain. Pekerjaan ini disebut bisnis atau wirausaha. Contoh: pengusaha katering, pengusaha konveksi, pengusaha pertanian dan lain sebagainya yang membutuhkan pengalaman dan modal tentunya.

  1. Investor

Kuadran yang keempat adalah investor. Investor adalah orang yang memiliki pendapatan tanpa dia harus bekerja (passive income), orang tersebut hanya memberikan kekayaannya sebagai modal untuk ditanamkan pada suatu usaha sehingga usaha itu menghasilkan, dan investor menikmati keuntungannya tanpa harus bekerja. contoh:  jual beli saham yang sudah memiliki modal yang besar dari awal

 

Ada tips dan trik untuk menjalin networking dalam bisnis?

Tips dan cara untuk menjalin networking dalam bisnis, cukup dengan TRUE LOVE. TRUE LOVE bukanlah bahasa inggris dari cinta sejati, melainkan singkatan dari Trust, Renponsibility, Understanding, Excitement, Listening, Opportunities, Values, Excellence.

Style of Leader

Maxwell dikenal sebagai pakar kepemimpinan, pembicara dan pengarang. Buku-buku karyanya telah terjual lebih dari 19 juta buku dan organisasi pelatihan yang didirikannya telah melatih lebih dari 5 juta pemimpin dari berbagai Negara

Menurut Maxwell Konsep tentang kepemimpinan sebenarnya begitu kaya dan rumit tetapi dapat disederhanakan menjadi 5 tingkatan. Dimulai dari :

Level 1 – Kepemimpinan dasar (Rights/hak)

Maksudnya adalah orang mau mengikuti Anda karena mereka memang harus melakukan hal tersebut atau lebih mudahnya dapat disebut sebagai pemimpin yang hanya mengandalkan jabatannya.
Note : Semakin lama Anda bertahan disini, semakin tinggi perputaran karyawan dan semakin rendah semangat juangnya.

Level 2 – Perkenanan (Relationships/hubungan )

Orang mau mengikut Anda karena mereka ingin melakukan hal tersebut.
Note : Orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan kepada Anda. Di level ini, mungkin pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi semakin lama Anda bertahan disini, Anda dapat membuat orang-orang disekitar Anda yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah.

Level 3 – Produktivitas (Results/hasil)

Orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut.
Note : Di level ini biasanya kesuksesan sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar orang. Mereka menyukai Anda dan mereka juga menyukai apa yang telah Anda lakukan.

Level 4 – Mengembangkan orang lain (Reproduction/reproduksi)

Disini orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.
Note : Disini tempat pertumbuhan jangka panjang terjadi. Hal ini disebabkan karena komitmen Anda untuk mengembangkan para pemimpin yang akan menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan bagi suatu organisasi dan manusia didalamnya.

Level 5 – Puncak kepemimpinan (Respect/rasa hormat)

Orang mau mengikuti Anda karena siapa Anda dan apa yang Anda representasikan.
Note : Di level ini biasanya pemimpin sudah menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk mengembangkan orang lain dan organisasi. Hanya sedikit yang berhasil, tetapi mereka yang berhasil adalah orang-orang yang mengagumkan.

Denny Tantono (Founder Maxima Impact Indonesia)

Law of Leadership

Bicara tentang Leadership dan Character Building, Universitas Harvard di Amerika melakukan sebuah penelitian bahwa kunci sukses seseorang adalah : Pengetahuan 10 %, Keahlian 15 %, Kebiasaan 25 %, Sikap Mental yang Positif 50 %. Ternyata untuk menjadi seorang yang berhasil tidak hanya membutuhkan pengetahuan, keahlian serta kebiasaan yang baik dalam diri kita. Survey menyatakan bahwa Respon serta tindakan seseorang sangat menentukan keberhasilan dalam dirinya.

Banyak orang berharap menjadi Leader, pertanyaannya adalah apakah anda sudah menjadi Leader atas diri anda sendiri ? Self Leadership adalah kunci keberhasilan anda dalam memimpin orang lain.

Leader yang berhasil adalah seorang Leader  yang dapat menciptakan Leader yang baru dengan kualitas yang minimal sama atau bahkan lebih dari dirinya.

Kami mengadopsi dari buku best seller “21 Hukum Kepemimpinan Sejati” (John C Maxwell), dikatakan bahwa seorang Leader harus memiliki Values yang menjadi landasan keberhasilannya. Beberapa Hukum yang akan kami bahas untuk menjadikan anda seorang pemimpin sejati :

  1. Hukum “Big Picture”

Dalam hukum ini dikatakan bahwa seorang Leader harus memiliki gambaran besar dalam hidupnya. Ini berbicara tentang seorang Leader harus memiliki visi yang jelas, dan komitmen melakukannya

  1. Hukum “Everest”

Dalam Hukum ini dikatakan seorang Leader harus memiliki jiwa yang besar, dan meninggalkan ego atau kepentingan diri sendiri. Kenapa Everest karena untuk berhasil sampai ke puncak tertinggi dibutukan kerendahan hati untuk saling bekerjasama dalam mencapai tujuan.

  1. Hukum “Relation”

Dalam hukum ini seorang leader harus dapat membangun hubungan yang baik dengan setiap orang dalam teamnya. Bahkan mengenali temperamen dan gaya belajar rekan satu team.

  1. Hukum “Rotten Apple”

Dalam Hukum ini berkata bahwa 1 apel yang busuk apabila disatukan dengan 10 apel yang baik akan mengakibatkan 10 yang baik menjadi lebih cepat busuk. Ini berbicara tentang sebagai seorang Leader kita harus memiliki Positive Mental Attitude yaitu berpikir dan berespon secara positif.

  1. Hukum “Sacrifice”

Dalam hukum ini dikatakan seorang Leader memiliki tanggung jawab yang sangat besar, karena itu seorang Leader harus siap berkorban untuk team dan melakukan pekerjaan lebih dari yang seharusnya dia lakukan.

  1. Hukum “Links”

Dalam hukum ini seorang Leader juga harus dapat membangun jaringan yang sangat luas.

 

 

Denny Tantono

Founder Of Maxima Impact Indonesia

Dream Team

Setiap Leader pasti mempunyai sebuah mimpi dapat memiliki team impian atau the dream team. Memiliki team yang sangat solid dan maksimal memerlukan sebuah proses yang harus dilalui agar team tersebut menjadi team yang perform.
Berikut ini akan kami bahas beberapa proses yang harus dilalui sebuah team agar dapat menjadi team impian atau team yang maksimal :

Read more

Self Leadership

Self Leadership

Mungkin kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata ‘’Leadership” tapi yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita sudah bisa mengelola atau menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri, Self Leadership ? Self Leadership berarti Kemampuan untuk mengelola diri kita sendiri atau sering juga disebut Self Management.

Memang tidak mudah untuk memimpin diri sendiri,tapi ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap Pemimpin. Bagaimana mungkin kita dapat memimpin orang lain sementara untuk memimpin diri sendiri saja kita tidak mampu.

Beberapa hal yang harus dimiliki supaya kita dapat memimpin diri sendiri:

Positive Mental Attitude

Positive Mental Attitude pertama kali diperkenalkan oleh Napoleon Hill dalam buku “Think & Grow Rich” pada tahun 1937. Dalam buku ini diceritakan bagaimana pentingnya berpikir positif sebagai kunci sukses, begitu juga sama pentingnya ketika kita memiliki cara pikir yang positif dalam diri kita, untuk suksesnya menjadi pemimpin bagi diri sendiri.

Orang yang selalu berpikir positif dalam hidupnya tidak akan pernah melakukan tindakan-tindakan diluar akal sehat.

Reponses

Respon sangat berpengaruh dalam diri kita, karena respon kita akan menentukan hasil dari apa yang kita kerjakan.

Peristiwa (Positive/Negative) yang terjadi dalam hidup, ketika kita berespon negative maka hasilnya sudah pasti negative. Tetapi sekalipun peristiwanya negative ketika kita berespon dengan benar (positive) hasilnya juga pasti akan Positive. Respon kita sangat menentukan, so milikilah respon yang positive dalam hidup kita apapun yang terjadi.

Responsibility

Tanggung jawab itu sangat penting, jika kita tidak bisa bertanggung jawab pada diri kita sendiri, bagaimana mungkin kita akan betanggung jawab untuk hidup orang lain? Di mulai dari setiap hal kecil yang dipercayakan dalam hidup kita, mulailah untuk mengerjakannya dengan baik, ketika kita dapat bertanggung jawab dengan hal kecil yang dipercayakan pada kita, maka hal-hal besar akan datang pada kita. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Jika kita menabur biji anggur maka kita akan menuai buah anggur. Kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita tabur.

Jadilah Pemimpin bagi diri Sendiri maka anda akan menjadi pemimpin yang baik bagi orang lain.