Dream Team

Setiap Leader pasti mempunyai sebuah mimpi dapat memiliki team impian atau the dream team. Memiliki team yang sangat solid dan maksimal memerlukan sebuah proses yang harus dilalui agar team tersebut menjadi team yang perform.
Berikut ini akan kami bahas beberapa proses yang harus dilalui sebuah team agar dapat menjadi team impian atau team yang maksimal :

Forming
Ini adalah tahap awal dalam kita membangun sebuah team. Pada tahap ini setiap kita yang menjadi anggota dan berada dalam sebuah team harus mulai beradaptasi antara satu dengan yang lainnya. Dalam beradaptasi setiap orang dalam team baru akan memunculkan Personalitynya atau siapa dia pada saat berhadapan dengan orang lain. Awal adaptasi dengan team biasanya kita akan selalu berupaya menampilkan performa yang terbaik. Ini adalah hal yang wajar dan masuk di dalam proses membangun team.

Storming
Setelah beradaptasi setiap orang dalam team akan memulai menampilkan karakter sesungguhnya. Biasanya akan muncul konflik-konflik yang dapat membuat anggota dalam team tidak merasa nyaman. Ini adalah hal yang wajar, kenapa ?  karena memang pemikiran antara satu orang dengan orang yang lain pasti memiliki perbedaan. Karena itu kita harus mengerti bahwa dalam membangun team impian atau dream team pasti akan terjadi badai konflik. Banyak team yang gagal perform dikarenakan mereka tidak dapat mengatasi badai yang terjadi.

Norming
Tahap inilah dimana setiap anggota dalam team mulai melakukan normalisasi. Apakah yang dimaksud dengan normalisasi ? normalisasi adalah sebuah proses pembelajaran bagi setiap orang yang ada dalam team mulai mengenali karakter anggota dalam teamnya dan bagaimana ia harus menyikapinya. Setiap orang memiliki Karakter dan temperamen yang berbeda, Karena itu kita harus belajar untuk mengerti akan orang lain bukan sebaliknya orang lain yang harus mengerti kita. Cara menghadapi setiap orang selalu berbeda. Itulah yang saya maksud dengan normalisasi yaitu kita mulai meninggalkan ego kita dan mulai belajar mengerti akan orang lain.

Performing
Pada tahap ini setiap anggota dalam team sudah mulai mengerti akan satu dengan yang lain, sehingga mereka bisa saling melengkapi. Apa yang menjadi kekuatan saya dapat dimaksimalkan oleh team dan apa yang menjadi kelemahan saya bisa di cover oleh team. Pada Tahap ini kita akan melihat target team bukan lagi target perorangan. Ada perbedaan yang besar antara kerjasama dengan sama-sama kerja. Sama-sama kerja adalah setiap kita dalam team melakukan pekerjaan tetapi tidak memiliki goal yang sama, tetapi kerjasama adalah setiap kita dalam team melakukan pekerjaan maksimal dan memiliki goal yang sama.

Miliki Team Impian anda sekarang dan lewati prosesnya.

Denny Tantono
Founder of Maxima Impact Indonesia