admin_maxima
Dunia itu “LUNAK”
Boleh saja anda menyalahkan situasi, keadaan, dan orang lain. Tetapi ketahuilah bahwa saat anda melakukan itu, artinya anda sedang lunak terhadap diri anda sendiri. Anda akan merasakan bahwa dunia ini terasa keras dan kejam.
–
Tetapi jika anda Berespon benar terhadap situasi, keadaan dan orang lain, artinya anda tidak menyalahkan situasi, keadaan, dan orang lain. Anda sedang melakukan yang saya sebut dengan Break Your Limit, maka anda akan merasakan bahwa dunia ini tidak keras dan kejam terhadap anda.
–
Respon Benar yang anda lakukan akan sangat berpengaruh terhadap diri anda sendiri. Sudahkah anda berespon benar setiap hari?.
–
#dennytantono #dennytantonolifecoach
Dunia itu “LUNAK”
Boleh saja anda menyalahkan situasi, keadaan, dan orang lain. Tetapi ketahuilah bahwa saat anda melakukan itu, artinya anda sedang lunak terhadap diri anda sendiri. Anda akan merasakan bahwa dunia ini terasa keras dan kejam.
–
Tetapi jika anda Berespon benar terhadap situasi, keadaan dan orang lain, artinya anda tidak menyalahkan situasi, keadaan, dan orang lain. Anda sedang melakukan yang saya sebut dengan Break Your Limit, maka anda akan merasakan bahwa dunia ini tidak keras dan kejam terhadap anda.
–
Respon Benar yang anda lakukan akan sangat berpengaruh terhadap diri anda sendiri. Sudahkah anda berespon benar setiap hari?.
–
#dennytantono #dennytantonolifecoach
Self Leadership
Self Leadership
Mungkin kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata ‘’Leadership” tapi yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita sudah bisa mengelola atau menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri, Self Leadership ? Self Leadership berarti Kemampuan untuk mengelola diri kita sendiri atau sering juga disebut Self Management.
Memang tidak mudah untuk memimpin diri sendiri,tapi ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap Pemimpin. Bagaimana mungkin kita dapat memimpin orang lain sementara untuk memimpin diri sendiri saja kita tidak mampu.
Beberapa hal yang harus dimiliki supaya kita dapat memimpin diri sendiri:
Positive Mental Attitude
Positive Mental Attitude pertama kali diperkenalkan oleh Napoleon Hill dalam buku “Think & Grow Rich” pada tahun 1937. Dalam buku ini diceritakan bagaimana pentingnya berpikir positif sebagai kunci sukses, begitu juga sama pentingnya ketika kita memiliki cara pikir yang positif dalam diri kita, untuk suksesnya menjadi pemimpin bagi diri sendiri.
Orang yang selalu berpikir positif dalam hidupnya tidak akan pernah melakukan tindakan-tindakan diluar akal sehat.
Reponses
Respon sangat berpengaruh dalam diri kita, karena respon kita akan menentukan hasil dari apa yang kita kerjakan.
Peristiwa (Positive/Negative) yang terjadi dalam hidup, ketika kita berespon negative maka hasilnya sudah pasti negative. Tetapi sekalipun peristiwanya negative ketika kita berespon dengan benar (positive) hasilnya juga pasti akan Positive. Respon kita sangat menentukan, so milikilah respon yang positive dalam hidup kita apapun yang terjadi.
Responsibility
Tanggung jawab itu sangat penting, jika kita tidak bisa bertanggung jawab pada diri kita sendiri, bagaimana mungkin kita akan betanggung jawab untuk hidup orang lain? Di mulai dari setiap hal kecil yang dipercayakan dalam hidup kita, mulailah untuk mengerjakannya dengan baik, ketika kita dapat bertanggung jawab dengan hal kecil yang dipercayakan pada kita, maka hal-hal besar akan datang pada kita. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Jika kita menabur biji anggur maka kita akan menuai buah anggur. Kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita tabur.
Jadilah Pemimpin bagi diri Sendiri maka anda akan menjadi pemimpin yang baik bagi orang lain.
Dream Team
Setiap Leader pasti mempunyai sebuah mimpi dapat memiliki team impian atau the dream team. Memiliki team yang sangat solid dan maksimal memerlukan sebuah proses yang harus dilalui agar team tersebut menjadi team yang perform.
Berikut ini akan kami bahas beberapa proses yang harus dilalui sebuah team agar dapat menjadi team impian atau team yang maksimal :
Forming
Ini adalah tahap awal dalam kita membangun sebuah team. Pada tahap ini setiap kita yang menjadi anggota dan berada dalam sebuah team harus mulai beradaptasi antara satu dengan yang lainnya. Dalam beradaptasi setiap orang dalam team baru akan memunculkan Personalitynya atau siapa dia pada saat berhadapan dengan orang lain. Awal adaptasi dengan team biasanya kita akan selalu berupaya menampilkan performa yang terbaik. Ini adalah hal yang wajar dan masuk di dalam proses membangun team.
Storming
Setelah beradaptasi setiap orang dalam team akan memulai menampilkan karakter sesungguhnya. Biasanya akan muncul konflik-konflik yang dapat membuat anggota dalam team tidak merasa nyaman. Ini adalah hal yang wajar, kenapa ? karena memang pemikiran antara satu orang dengan orang yang lain pasti memiliki perbedaan. Karena itu kita harus mengerti bahwa dalam membangun team impian atau dream team pasti akan terjadi badai konflik. Banyak team yang gagal perform dikarenakan mereka tidak dapat mengatasi badai yang terjadi.
Norming
Tahap inilah dimana setiap anggota dalam team mulai melakukan normalisasi. Apakah yang dimaksud dengan normalisasi ? normalisasi adalah sebuah proses pembelajaran bagi setiap orang yang ada dalam team mulai mengenali karakter anggota dalam teamnya dan bagaimana ia harus menyikapinya. Setiap orang memiliki Karakter dan temperamen yang berbeda, Karena itu kita harus belajar untuk mengerti akan orang lain bukan sebaliknya orang lain yang harus mengerti kita. Cara menghadapi setiap orang selalu berbeda. Itulah yang saya maksud dengan normalisasi yaitu kita mulai meninggalkan ego kita dan mulai belajar mengerti akan orang lain.
Performing
Pada tahap ini setiap anggota dalam team sudah mulai mengerti akan satu dengan yang lain, sehingga mereka bisa saling melengkapi. Apa yang menjadi kekuatan saya dapat dimaksimalkan oleh team dan apa yang menjadi kelemahan saya bisa di cover oleh team. Pada Tahap ini kita akan melihat target team bukan lagi target perorangan. Ada perbedaan yang besar antara kerjasama dengan sama-sama kerja. Sama-sama kerja adalah setiap kita dalam team melakukan pekerjaan tetapi tidak memiliki goal yang sama, tetapi kerjasama adalah setiap kita dalam team melakukan pekerjaan maksimal dan memiliki goal yang sama.
Miliki Team Impian anda sekarang dan lewati prosesnya.
Denny Tantono
Founder of Maxima Impact Indonesia
Law of Leadership
Bicara tentang Leadership dan Character Building, Universitas Harvard di Amerika melakukan sebuah penelitian bahwa kunci sukses seseorang adalah : Pengetahuan 10 %, Keahlian 15 %, Kebiasaan 25 %, Sikap Mental yang Positif 50 %. Ternyata untuk menjadi seorang yang berhasil tidak hanya membutuhkan pengetahuan, keahlian serta kebiasaan yang baik dalam diri kita. Survey menyatakan bahwa Respon serta tindakan seseorang sangat menentukan keberhasilan dalam dirinya.
Banyak orang berharap menjadi Leader, pertanyaannya adalah apakah anda sudah menjadi Leader atas diri anda sendiri ? Self Leadership adalah kunci keberhasilan anda dalam memimpin orang lain.
Leader yang berhasil adalah seorang Leader yang dapat menciptakan Leader yang baru dengan kualitas yang minimal sama atau bahkan lebih dari dirinya.
Kami mengadopsi dari buku best seller “21 Hukum Kepemimpinan Sejati” (John C Maxwell), dikatakan bahwa seorang Leader harus memiliki Values yang menjadi landasan keberhasilannya. Beberapa Hukum yang akan kami bahas untuk menjadikan anda seorang pemimpin sejati :
- Hukum “Big Picture”
Dalam hukum ini dikatakan bahwa seorang Leader harus memiliki gambaran besar dalam hidupnya. Ini berbicara tentang seorang Leader harus memiliki visi yang jelas, dan komitmen melakukannya
- Hukum “Everest”
Dalam Hukum ini dikatakan seorang Leader harus memiliki jiwa yang besar, dan meninggalkan ego atau kepentingan diri sendiri. Kenapa Everest karena untuk berhasil sampai ke puncak tertinggi dibutukan kerendahan hati untuk saling bekerjasama dalam mencapai tujuan.
- Hukum “Relation”
Dalam hukum ini seorang leader harus dapat membangun hubungan yang baik dengan setiap orang dalam teamnya. Bahkan mengenali temperamen dan gaya belajar rekan satu team.
- Hukum “Rotten Apple”
Dalam Hukum ini berkata bahwa 1 apel yang busuk apabila disatukan dengan 10 apel yang baik akan mengakibatkan 10 yang baik menjadi lebih cepat busuk. Ini berbicara tentang sebagai seorang Leader kita harus memiliki Positive Mental Attitude yaitu berpikir dan berespon secara positif.
- Hukum “Sacrifice”
Dalam hukum ini dikatakan seorang Leader memiliki tanggung jawab yang sangat besar, karena itu seorang Leader harus siap berkorban untuk team dan melakukan pekerjaan lebih dari yang seharusnya dia lakukan.
- Hukum “Links”
Dalam hukum ini seorang Leader juga harus dapat membangun jaringan yang sangat luas.
Style of Leader
Maxwell dikenal sebagai pakar kepemimpinan, pembicara dan pengarang. Buku-buku karyanya telah terjual lebih dari 19 juta buku dan organisasi pelatihan yang didirikannya telah melatih lebih dari 5 juta pemimpin dari berbagai Negara
Menurut Maxwell Konsep tentang kepemimpinan sebenarnya begitu kaya dan rumit tetapi dapat disederhanakan menjadi 5 tingkatan. Dimulai dari :
Level 1 – Kepemimpinan dasar (Rights/hak)
Maksudnya adalah orang mau mengikuti Anda karena mereka memang harus melakukan hal tersebut atau lebih mudahnya dapat disebut sebagai pemimpin yang hanya mengandalkan jabatannya.
Note : Semakin lama Anda bertahan disini, semakin tinggi perputaran karyawan dan semakin rendah semangat juangnya.
Level 2 – Perkenanan (Relationships/hubungan )
Orang mau mengikut Anda karena mereka ingin melakukan hal tersebut.
Note : Orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan kepada Anda. Di level ini, mungkin pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi semakin lama Anda bertahan disini, Anda dapat membuat orang-orang disekitar Anda yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah.
Level 3 – Produktivitas (Results/hasil)
Orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut.
Note : Di level ini biasanya kesuksesan sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar orang. Mereka menyukai Anda dan mereka juga menyukai apa yang telah Anda lakukan.
Level 4 – Mengembangkan orang lain (Reproduction/reproduksi)
Disini orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.
Note : Disini tempat pertumbuhan jangka panjang terjadi. Hal ini disebabkan karena komitmen Anda untuk mengembangkan para pemimpin yang akan menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan bagi suatu organisasi dan manusia didalamnya.
Level 5 – Puncak kepemimpinan (Respect/rasa hormat)
Orang mau mengikuti Anda karena siapa Anda dan apa yang Anda representasikan.
Note : Di level ini biasanya pemimpin sudah menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk mengembangkan orang lain dan organisasi. Hanya sedikit yang berhasil, tetapi mereka yang berhasil adalah orang-orang yang mengagumkan.
Denny Tantono (Founder Maxima Impact Indonesia)